Minggu, 29 Januari 2017

MAUKAH KAMU MENARI di BAWAH HUJAN BERSAMAKU ?



Kita adalah sepasang Rindu yang di kepakkan oleh sayap-sayap bernama waktu .

Hanya perlu saling menunggu …. Hanya perlu lebih bersabar .

Pada suatu hari nanti …. Tuhan pasti akan menepati . Tanpa perlu saling mencari …. Temu akan cukup untuk menjadi bukti .

Kamu mungkin tak akan menemukanku di bawah bayangan bulan ,sebab malam memang bukan duniaku …

Tapi mungkin kelak kamu akan menemukanku di bawah hujan , berdiri sendiri sembari menengadahkan tangan ke atas langit . Percayalah ….bahwa   pada saat itu sejatinya aku sedang menantimu . 

Bukankah hujan selalu saja di iringi dengan jutaan untaian doa dari para malaikat ? Aku hanya berharap mereka mau mengaminkan satu inginku , untuk segera di pertemukan dengan kamu . 

Nanti jika waktunya tiba …. Doaku , yang mungkin juga adalah bagian dari doamu , terjawab . Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu , Maukah kamu menari di bawah hujan bersamaku ? 

Sebab kita tak pernah tahu bukan , sederas apa hujan yang nanti akan mengguyur kita setelah kita di persatukan , kita tak pernah tahu entah badai atau angin apa yang kelak akan berhembus . 

Jadi , maukah kamu menari di bawah hujan bersamaku ?

Melewati bersama satu persatu lembah yang mungkin akan menghalaui , menembus basah yang mungkin saja dapat membuat kita sakit . Tapi aku tak perduli , Bagiku …. Selagi kita bersama , selagi kita masih saling menggenggam , merangkul  dan bergandengan …. Aku akan tetap dan selalu menjadi yang terkuat dari diriku .

 Ku harap begitupun dengan mu .

Selasa, 24 Januari 2017

THE POWER of PATAH HATI



Mba aku putus ,

Bs ktemu ? mau curhat hiks

Begitulah kira-kira isi pesan singkat yang baru saja di terima nya melalui pesan whatshap . Gadis itu meringis , bukan karena kaget … tapi lebih kepada iba . Sejak awal Rinta memang sudah menyangka akan seperti ini endingnya , cinta yang di letakkan pada waktu yang belum tepat selalu saja menyisakan luka pada akhir cerita . Tapi Annis , gadis itu selalu nampak begitu semangat setiap kali menceritakan tentang hubungan yang tengah di jalaninya selama kurang lebih 7 tahun  bersama kekasihnya  itu, baiklah ralat … maksudnya mantan kekasih . gadis itu selalu yakin dan percaya bahwa laki-lakinya ada seseorang yang begitu baik dan mampu di percaya . Bukan tak pernah mengingatkan , Rinta hanya tak ingin di cap terlalu ikut campur dalam urusan percintaan adik angkatnya itu , lebih dari itu Rinta hanya mampu menasihati … mengarahkan agar hubungan mereka bisa segera di resmikan , agar terhindar dari fitnah . Tapi hari ini , alih-alih bisa segera di resmikan … ia justru mendapatkan kabar bahwa hubungan yang telah di bangun selama bertahun-tahun itu roboh begitu saja , bagai terkena sapuan gelombang tsunami . Baiklah …. Pacaran , bukankan itu sama saja seperti  sebuah bangunan dengan tanpa pondasi  ? bahkan bangunan yang seperti itu bisa saja dengan begitu mudahnya roboh bukan ? barangkali hanya dengan terpaan angin semilir saja dinding-dingnya sudah goyah . 

Annis ….. sejak kedatangannya setengah jam yang lalu , gadis itu masih diam . Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mungilnya , dia hanya diam …. Sembari menatap kosong air danau yang tenang tanpa riak. Wajahnya pucat …. Matanya sayu , bahkan dua buah lingkaran hitam tebal terlihat menghias disana …. Rinta yakin gadis itu sudah menangis semalaman .  sayang sekali rasanya jika perasaan yang selama bertahun-tahun di elu-elukan kini hanya menjadi  pecahan perca yang tak bersisa , hangus.Tapi itu adalah sebuah konsekuensi , anggap saja ini adalah sebuah proses pembelajaran untuk menjadikan diri lebih dewasa  , tentu saja ! dewasa dalam arti memegang teguh akidah agama dengan lebih baik .

“Mba …..” panggilnya pelan , Rinta menoleh 

“Kamu boleh cerita jika kamu sudah siap . “ Ucap Rinta  lembut , ia tersenyum …. Jenis senyum yang meneduhkan . Namun tidak bagi Annis , senyum Rinta baginya adalah apa yang membuat hatinya terasa jauh lebih sesak . yah …. Dia ingat , berkali-kali  kaka angkatnya itu sudah mengingatkan bukan ? bahwa tak ada sejenis pacaran dalam islam . Jika pun ada ….  Bisa saja sewaktu-waktu perasaan itu terbang terbawa angin entah kemana , meninggalkan luka yang mungkin tak berjejak namun begitu membekas . dan semuanya terbukti sekarang , semua nasihat dan ucapan kaka angkatnya itu benar . Annis menyesal , kenapa tak menurut saja ketika Rinta menyuruhnya untuk menyudahi hubungan tanpa pondasinya itu. Tapi … ahh sudahlah , semua sudah terlambat …. Bangunannya sudah roboh sekarang , bahkan hatinya pun ikut runtuh . Tak ada lagi yang tersisa … kecuali puing-puing rasa sakit yang kerap menohok isi lambungnya ,perih dan terkadang membuat mual .

“Aku boleh peluk mba ?” ucapnya lagi , kali ini kentara sekali bahwa gadis itu tengah menahan tangis . lagi-lagi Rinta hanya tersenyum , mengangguk pelan seraya membentangkan kedua belah tangannya . Dalam hitungan detik Gadis itu pun berpindah posisi …. Berada dalam pelukan Rinta , hangat …. Rasanya sama seperti berada dalam pelukan mamah tercinta  yang kini berada nun jauh di sebrang  sana . Dalam pelukan Rinta , Annis menangis sejadi-jadinya …. Rasanya semua bebannya tumpah ruah disana , rasa sakitnya , rasa kecewanya …. Semua lepas bersama bulir-bulir air yang jatuh dari kelopak matanya .

Rinta tak melakukan apapun , tidak pula bicara sepatah katapun … ia hanya membiarkan gadis itu lepas di pelukannya … menyalurkan energy yang mungkin saja dapat sedikit mengurangi luka hatinya , Rinta tahu betul …gadis itu saat ini hanya butuh di dengarkan , ia hanya butuh dekapan yang dapat membuatnya kembali menjadi tegar . Tentu saja , Annis yang di kenalnya selama ini adalah seorang gadis kuat yang periang …. , bukan seperti yang saat ini di lihatnya . Maka demi menyembuhkan kembali luka yang terlanjur menganga di hati gadis itu , Rinta rela melakukan apapun . Termasuk mengundur  acara hunting buku islami yang sudah ia canangkan bahkan sejak sebulan yang lalu. Baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara menerbitkan kembali matahari yang terlanjur tenggelam,pada lubuk hati adik angkatnya itu . 

“Mba … aku gak tahu lagi gimana caranya nerusin hidup aku tanpa dia . “ Kata-kata itu akhirnya melesat  juga dari bibirnya , Rinta mundur selangkah … memberi jarak , agar dapat melihat dengan jelas ekspresi yang tertera di wajah gadis yang ada dihadapannya saat ini. 

“Tujuh tahun mba kita sama-sama . rasanya gak sanggup kalo harus ngelewatin semuanya tanpa dia ?”  Ucapnya lagi , kali ini dengan sambil menunduk .

“Jadi menurut kamu … apa yang buat dia ninggalin kamu ?” kali ini Rinta yang bertanya dengan  sarkatis … gadis itu menggeleng . 

“Akhir-akhir ini dia berubah mba , kayak udah males-malesan sama aku …. Aku udah berusaha buat mempertahankan … tapi dia ? nol besar ….gak ada sama sekali usahanya buat mempertahankan aku .Mungkin dia udah nemuin yang jauh lebih baik dari aku“Sejenak hening ….

“Kalo dia ajah yakin bisa nemuin yang jauh lebih baik dari kamu , terus apa yang perlu kamu khawatirin ? yakin ajah …kalo Allah  juga udah nyiapin yang jauh lebih baik buat kamu . De …. Hubungan yang baik itu hubungan yang bisa menciptakan simbiosis mutualisme . “

“Maksudnya saling menguntungkan ?”tanya Annis dengan wajah yang benar-benar polos . Rinta mengangguk

“Nah itu kamu pinter , ketika yang satu berperan sebagai matahari yang mampu menyinari , maka yang satu harus bisa berperan sebagai pelangi yang mampu memberi warna . kalo yang satu keukeuh untuk bertahan sementara yang satunya ogah-ogahan …. Buat apa ? Hidup itu terlalu singkat buat di habisin sama orang yang jelas-jelas gak punya niat buat ngabisin hidupnya sama kita . well , simplenya kalo kata mba Ahimsa sih itu namanya kalian gak satu frekuensi . kaya manusia sama kelelawar …. , gimana mau bersatu kalo untuk saling mendengarkan ajah udah susah . “

“Terus aku mesti gimana dong mba ?”

“Ikhlasin …. ,waktunya kamu buat penuhin hati kamu sama cintanya .” Ucap Rinta lembut sembari mengarahkan jari tangannya kearah langit .

“Allah gak akan nyia-nyiain hamba yang mencintainya dengan sungguh-sungguh dan tulus de , bisa jadi rasa sakit ini sebagai teguran buat kamu . Allah mau kamu kembali sama dia  …”

“Nanti … kalo hati kamu udah bersih , insya Allah Allah bakal ganti cinta kamu sama yang jauh lebih baik … yang satu frekuensi sama kamu . “ Sekali lagi Rinta tersenyum dengan begitu tulus , dan demi mengalirkan energy positifnya gadis itu kembali memeluk gadis yang ada di hadapannya , yang saat ini hanya duduk terdiam , mendengarkan dengan khidmat setiap kata demi kata yang keluar dari bibir seorang Rinta .

Masih dengan perasaan yang tercekat , Annis menahan tangisnya sebisa mungkin agar tak lagi pecah di hadapan Rinta … Annis hanya tak ingin terlihat lebih lemah lagi dari ini . Sudah cukup …. Sudah cukup perjuangannya tak di hargai , sudah cukup perasaannya terabaikan, sudah cukup ber mili2 liter air matanya ia keluarkan hanya untuk menangisi laki-laki itu . ia ingin bangkit , ia hanya ingin kembali menjadi kuat .

“Mba hebat …. Gimana caranya mba bisa jadi sekuat ini ?” Tanya Annis tiba-tiba, Rinta melepaskan pelukannya lalu menatap gadis itu dengan lekat … hanya sedetik , tatapan tajamnya segera berubah menjadi senyuman yang begitu lunak .

“Ini namanya The Power of Patah Hati ….” Ucapnya kemudian sembari terkekeh . Annis tercengang …. Kaka angkatnya itu pernah patah hati juga ? kapan ? 

“Jadi ….. ahhh yah , Mas Galang right ? “ tebaknya ,Rista mengangguk pelan .

“Ahh… mba itu memang jago yah menyimpan rasa , aku pikir itu hanya perasaanku ajah lho . ternyata mba beneran suka ???”

“Hmmm … aku denger sebentar lagi mas galang mau nikah mba , mba baik-baik ajah kan ? mba gada kepikiran buat bunuh diri atau hijrah ke luar pulau kan mba gara-gara ini ?”

“hahahah… apaan sih kamu , aku gak se’dramatisir itu kali …. Seperti yang kamu liat , aku baik-baik ajah kan ?”Rinta kembali tersenyum

“Koq bisa sih mba ? kalo aku jadi mba … pasti aku udah nangis berminggu-minggu di kamar . “

“Aku dengernya udah lama koq …, lagipula yah de … kalo kita mencintai sesuatu karena Allah , mau sesuatu itu di takdirkan untuk kita ataupun engga , kita akan ikhlas-ikhlas saja nerimanya . walau pasti ada sedikit sesak …. Tapi disinilah kita di uji tentang hakikat cinta yang sebenarnya . yaitu tentang melepaskan dan mengikhlaskan . “

“Amazing …. Aku suka statement mba .beneran nih mba … aku jadi malu banged sama mba . harusnya tuh yang bener-bener terpuruk itu mba …yang jelas-jelas di tinggal nikah sama orang yang mba cinta , lah ini koq malah aku …hehe “ 

“itu namanya proses de.Ohh yah … aku ada sesuatu buat kamu .” Rinta mengeluarkan sehelai kertas berwarna pink yang masih di bungkus rapi dengan plastic , lalu memberikannya kepada Annis .

Annis ternganga saat menerimanya …. Masih dengan perasaan tak percaya , gadis itu kemudian membuka bungkusnya lalu menyelami satu demi satu huruf yang tersampir disana .

“Mba mau menikah ????” Tanya nya kemudian , tentu saja dengan nada yang tidak biasa , khas annis. Rinta tersenyum …

“Itu kado terindah yang Allah kirim atas keikhlasan yang pernah mba pertaruhkan . kamu liatkan … Allah gak akan mengambil sesuatu dari kita … kecuali akan ia gantikan dengan yang jauh lebih baik . “ Terangnya lagi … sementara Annis sudah tak sanggup berkata-kata . gadis itu bahkan sudah kesulitan mengatupkan kedua bibirnya sejak tadi , masih dengan perasaan haru bercampur bahagia … gadis itu pun akhirnya menghambur kan dirinya kedalam pelukan Rinta .Ia kembali menangis ….namun  Kali ini karena rasa bahagia yang luar biasa .

Ada begitu banyak hal yang ia pelajari hari ini , betapa apa yang di sebut oleh Rinta sebagai The Power of Patah Hati adalah … sebuah energy yang begitu besar yang mampu merubah seseorang untuk menjadi lebih kuat , sebuah energy yang mengajarkan bahwa kehilangan dia adalah sebuah jalan untuk lebih mendekat kepada dia (Allah) .


Minggu, 22 Januari 2017

UNTUK SEMENTARA SAJA



Kali ini kita sepakat untuk membiarkan waktu menjawab tentang apa yang sempat kita pertanyakan pada takdir . 

Menunggu dengan lapang satu persatu titik yang tergambar menyatu hingga membentuk sebuah garis pertemuan .  

Aku dan kamu …. Bukankah kita sama-sama sedang menunggu sebuah waktu dimana doamu dan doaku terjawab dalam waktu yang bersamaan ?  saat aku dan kamu di takdirkan untuk menjadi KITA ,
Kamu pernah bertanya bukan tentang keinginan terbesar dalam hidupku ? 

Saat itu aku hanya diam … tersenyum , bingung untuk menjawab .  Bagaimana mungkin aku dapat berkata terang-terangan di hadapannmu … bahwa sebenarnya keinginan terbesarku adalah menjadi bagian dari mimpimu yang di nyatakan oleh Tuhan . Kau tahu aku tak pernah benar-benar dapat segamblang itu di hadapanmu . 

Beberapa pertemuan kita bahkan di habiskan untuk saling tertunduk sembari menyimpan senyum dalam malu , sama sepertiku … kamupun begitu . Aku tak menemukan kekonyolan seperti yang selalu kau tuliskan dalam percakapan kita di ruang bernama maya . Kamu lebih banyak diam ….  , entah karena menyimak celotehku atau memang sengaja menutupi gugup yang diam-diam juga berkecamuk di hatimu .

Yah … kali ini ku rasa kita benar-benar sepakat menyimpan rapi semuanya hanya dalam harap , pada-Nya .  membaurkan setiap rindu pada seuntai doa yang terapal dalam sujud-sujud panjang kita .

Kamu dan aku …. Bukankah kita sama-sama sepakat untuk mengharap hanya Ridho-Nya ? Jadi mestinya tak apa jika untuk sementara, kita sama-sama menyembunyikan getar , untuk sementara saja berpura-pura tidak tahu jika kita saling merindu ,  saling menunggu . Tak apa untuk sementara saja kita menikmati tari di bawah nyanyian gerimis ….. , sementara Tuhan menyiapkan pelangi terindahnya untuk nanti  kita nikmati bersama di bawah semburat cakrawala , tak apa …. Untuk sementara saja , berpura-puralah bahwa kita menikmatinya .

Kamis, 12 Januari 2017

SELAMAT PAGI



Selamat pagi…

Pagi ini aku kembali menemui embun di hadapan rumah yang mungkin masih menyimpan sisa-sisa jejak yang kau tinggallkan semalam .Menelisik langit yang diam-diam tersenyum sembari membuncahkan awan biru yang di hiasi sedikit warna jingga . 

Untuk yang kesekian kalinya , ku sesap butir-butir udara yang bebas berterbangan di antara reriuhan sepi .

Masih terlalu pagi …

yah , masih terlalu pagi untuk menemui rindu yang kau titipkan di antara barisan-barisan  sendu . 
Masih terlalu pagi untuk membiarkan mimpi terbangun dari sebuah keabsolutan diri . Dan masih terlalu pagi untuk  membiarkan jarak menjadi tabuhan yang menyekat pada riak keharmonisan kalbu .

Di ufuk timur ku saksikan mentari  yang malu-malu mengetuk hari dengan sebuah semburat orange keemasan yang menghangatkan . sama seperti kamu .

Lalu perlahahan berjalan menggiring awan yang berarak menuju pertengahan .  Ku katupkan kedua kelopak mataku hingga menutup dengan sempurna , lalu ku tengadahkan kepalaku menghadap langit . Aku masih bisa merasakannya … terpaan sinar mentari pagi yang perlahan menelisik rongga mataku yang kemudian menembus hingga ke dalam kornea . Aku masih bisa merasakannya … setiap rasa hangat yang mengalir menjalari permukaan kulit yang melapisi wajahku . Aku masih bisa merasakannya …. Dentingan dan cicitan suara burung yang bernyanyi mengiringi perjalanan pagi yang selalu ku rasa terlalu singkat untuk ku nikmati .sama seperti kamu.

Kau tahu ….

Bagiku Pagi adalah sebuah waktu yang selalu ku rindukan setiap harinya . Bahwa bersama pagi , ku tata ulang mimpi juga harapan-harapan yang sempat tertepis di telan senja kemarin .  Mengulang kembali setiap kayuhan-kayuhan sepeda yang sempat terbuang oleh rasa lelah . 

Pada setiap pagi ku buka ulang setiap kenangan yang pernah menjajari kebersamaan kita .

Bahwa pada setiap hembusan angin yang berdesir , aku dapat merasakan rindu yang kemarin sempat kita gantungkan bersama pada pohon-pohon bernama rasa . 

Kau tahu …

Bagiku ini adalah sebuah nikmat .

Kau tak percaya ?

Nanti …  pada suatu pagi dimana metari muncul dengan sinar terindahnya , akan ku ajak kamu untuk mengecup rasa yang sama dengan yang biasa ku nikmati …. Membawamu terbang bersama hembus-hembus angin yang jatuh beriringan dengan bulir-bulir embun yang suci, lalu kita saling menggenggam …. Saling bertatap ….dan saling berjanji untuk terus saling menguatkan mengahadapi pagi yang akan segera berganti siang . Kemudian langkah kita saling mensejajari … berjalan beriringan meninggalkan surau … menuju rumah yang kita bangun bersama .Tentu dengan ridho-Nya .

TENTANG KITA

Kita tidak perlu menjelaskan kepada dunia bahwa kita dekat. Lebih dari satu dekade. Bukan waktu yang singkat untuk sebuah persahabatan. Mesk...